Archive for June, 2006

Meong

Friday, June 9th, 2006

Berjalan lenggak-lenggok
Ekor memutar-mutar
Dan kumisnya naik turun
Bulunya halus, hidungnya pesek

Meong.. meong katanya
Matanya yang sayu bertanda
Si meong perutnya lapar
Ingin ambil ikan

Huzzzz huzzz kata majikan
Menggoyangkan kepalanya
Mengusir di kejauhan
Si meong langsung jalan
Memutari kaki majikan

By: Nur’ainun Siregar

Bukit Kota Pinang

Friday, June 9th, 2006

Malam dingin menghujan
Gelap menutupi jalan
Para penumpang mulai ribut
Sebab kantuk Penuhi matanya


Hingga jam 3 pagi
Orang-orang masih ribut
Menanyakan kemana  dan dimana
Medan, Jawa, atau padangn kah?
Yang akan dituju mereka

Jalan lintas sumatera
Kota pinang yang penuh kenangan
Kecil hingga dewasa
Hingga aku naik dipelaminan


Simpang tiga yang lama
Belum tersentuh mata pemerintah
Kemarau pun tak pernah singgah
Hanya sungai-sungai mengalir indah

Namun kini…
Simpang tiga ku tak lagi dingin
Hanya angin dan asap bergantian
Sawit menguras air diperbukitan
Membuat kemarau kadang panjang

Aduhai dunia..
Engkau memang semakin berubah
Kotaku yang dulunya desa
Menjadi pusat belanja
Semuanya tak pernah kami duga

Kota ku di Sumatera-Utara
By: Nur’ainun Siregar


Hikmah

Friday, June 9th, 2006
  •         "Jangan tunggu termotivasi baru berbuat. Berbuatlah! Niscaya Anda akan termotivasi." (Satria Hadi Lubis)

  •         Semangat tanpa pengetahuan sama dengan api tanpa cahaya.

  • "Ajal ada saatnya. Kesulitan bukan berarti harus kita sikapi dengan
    putus asa. Pastikan kita bisa mengenal diri dengan lebih baik, mengenal
    diri dengan lebih baik, mengenal kemampuan lebih maksimal. Jangan
    melakukan sesuatu tanpa tahu ilmu, tanpa tahu kebenaran, karena bisa
    jadi bumerang. Tidak usah memaksakan diri agar kelihatan lebih dari
    kenyataan yang sebenarnya."

  • "Siapa yang membaca setiap habis solat, Subhanallah 33 kali,
    Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali, lalu untuk mencukupkan
    bilangan seratus membaca ‘Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika
    lahu, lahul-mulku walahul-hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadir’ maka
    akan diampunkan baginya semua dosa-dosanya meskipun sebanyak buih air
    laut".(HR.Muslim)

  • "Jika kamu ingin dikasihi Allah dan Rasul-Nya, maka sampaikanlah amanat
    apabila kamu diberi kepercayaan, dan berlaku jujurlah (benar) apabila
    berbicara, dan berbuat baiklah kepada tetangga-tetangga, yaitu orang
    yang bertetangga dengan kamu." (HR. Thabrani)

  •         Kebaikan tidak ditentukan oleh perbuatan-perbuatan baik melainkan oleh kualitas kebaikan yang meraja dalam hati kita.

Diambil dari dudung.net

Terjemahan Alquran

Monday, June 5th, 2006
[10:9] Sesungguhnya
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi
petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir
sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan.

[10:10] Doa mereka di
dalamnya ialah: "Subhanakallahumma", dan salam penghormatan mereka
ialah: "Salam". Dan penutup doa mereka ialah: "Alhamdulillaahi Rabbil
`aalamin."

 
 
   

[10:12] Dan apabila
manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring,
duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu
daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah
dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang
telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu
memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.

[10:14] Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti
(mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan
bagaimana kamu berbuat.

[10:26] Bagi orang-orang
yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan
muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka
itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

 
 
   
 
 
   

M!MP! D4N NY4T4

Sunday, June 4th, 2006

Menutup mata
Ikhlaskan semua
Bertutup sapa
Menguak mimpi

Menjelma nyenyak
Kuatkan lupa
Tak ada masalah
Tak ada kenangan

Bangun tiba
Mimpi hilang
Tinggallah nyata
Menebari hidup

Kadang terdiam
Di atas bantal empuk
Kadang tertawa
Di dalam mimpi
Seperti nyaata

Makan dan minum
Dikejar dan bermain
Ada di hidup dan mimpi
Tetap seperti sandiwara
Dalam kehidupan nyata

By: Nur’ainun Siregar

Assalamu alaikum ukhtiku

Saturday, June 3rd, 2006
  • Beramah tamah kami. Saling menunggu satu dengan yang lain. Senyum dan peluk mengawalinya. Terurai rasa damai karena Allah yang mempertemukan dan menghadiahkan kebahagian di hati kami. BIncang dan makan bersama. Canda, tawa, dan dakwah mengisi relung hati kami yang saling bertanya, yang manakah dia dan dia.. hmmm
  • Taaruf pun kami mulai tuk saling kenal. Tentu saja diikuti dangan tanya jawab dan diskusi, kami tetap menjaga kesopanan dalam gathering itu . Alhamdulillah..Gatheting yang menyenangkan.
  • Kami awali dengan basmalah. Semua berjalan dengan menyenangkan dan ramah. Seramah angin yang bertiup hari itu. Sinar matahari pun tetap senang hangatkan tubuh kami. Seperti ukhuwah kami yang ingin kami kuatkan.
  • Hingga menjelang azan dzuhur kami menutup acara dengan hamdalah..
    Moga pertemuaan itu diridhoi Allah dirahmati dan ukhuwah kami semakin kuat.,
  • Akhirnya kami bubar dengan salam yang menguraikan kata: hati2 ukhtiku. betapa sayang aku padamu karena Robb ku yang mempertemukan kita. Assalamu alaikum ukhtiku

Moga   hari esok bisa bertemu… aamiin

Kenang2-n hari pertama gathering di rumah kak adi di surabaya: Myquran.

Tercatat tanggal 4-6-2006

By: Nur’ainun Siregar

Hati-hati

Saturday, June 3rd, 2006

Pikiran liar
Kata melontar
Ucap tak terasa
Robekkan dinding
Hati yang luluh lesu

Rasa benar datang
Berpura tidak mengapa
Jelaslah hujan air mata
Dan mengubur ingatan pula

Yang satu nya mati
Satu lagi masih dalam tawa
Lupa marahnya
Telah dicatat oleh Yang Kuasa

Padahal hanya prasangka
Salah paham yg lekat
Kerapuhan akhlak
JIwapun sakit
Hidup mati tersiksa


By: Nur’ainun siregar

Pembalasan-Nya

Thursday, June 1st, 2006

Mengangkat cerita kemarin
Berbuntut kemesraan
Mengayuh keindahan
Menyulam kebahagian

Sabar yang merekah
Rindu yang merona
BInar wajah karena hangat
Itulah cinta tiada berujung

Kemana diserahkan cinta
Kepada makhluk pencinta?

Kamu salah…
Sebab kematian pasti datang
Membungkus kafan dengan tangisan
Bila tiada amal dambaan
Apalah bekal hendak kesana

Pucuk penantian akan berakhir
Kekasih pujaan akan ditinggal
Hanya tanah yang menjadi bantal
Dan langkah mereka pun kan menjauh

Bersendirilah disana
Menunggu pertanyaan tiba
Menyesal bila tak bahagia
Menangis tiada lah guna
Nauzubillah….