Bukit Kota Pinang

Malam dingin menghujan
Gelap menutupi jalan
Para penumpang mulai ribut
Sebab kantuk Penuhi matanya


Hingga jam 3 pagi
Orang-orang masih ribut
Menanyakan kemana  dan dimana
Medan, Jawa, atau padangn kah?
Yang akan dituju mereka

Jalan lintas sumatera
Kota pinang yang penuh kenangan
Kecil hingga dewasa
Hingga aku naik dipelaminan


Simpang tiga yang lama
Belum tersentuh mata pemerintah
Kemarau pun tak pernah singgah
Hanya sungai-sungai mengalir indah

Namun kini…
Simpang tiga ku tak lagi dingin
Hanya angin dan asap bergantian
Sawit menguras air diperbukitan
Membuat kemarau kadang panjang

Aduhai dunia..
Engkau memang semakin berubah
Kotaku yang dulunya desa
Menjadi pusat belanja
Semuanya tak pernah kami duga

Kota ku di Sumatera-Utara
By: Nur’ainun Siregar


Leave a Reply