Cerita malam

May 30th, 2006 by kopin

Suatu malam terdengarlah suara aneh dari dedaunan
  Membuat mata menoleh menyusupi kegelapan
  Seperti hari esok kita akan berlari
  Meninggalkan malam yang begitu sunyi

  Esokpun kan datang semua kan pergi
  Tinggal lah hutan yang disusupi bayangan
  Kelihatannya semua pada terdiam
Betapa indah tadi malam

  Sampai hari ini cerita malam tetap terkenang
  Dalam semangat juang dakwah pujaan

  Suara letih pun belum terdengar
  Mungkin nanti setalah sampai tujuan 

  Hai malam… engkau tetap jadi kenangan
  Jika kami lupa  berjabat tangan
  Juga senyuman yang Ilahi titipkan
  Rindu kami tak tergambarkan

  Jika malam masih bertandang
  Ingin kami titipkan pegangan persaudaraan
  Begitu berarti cerita malam
  yang dulu sering kami banggakan

  Mungkin masih tersimpan cerita malam
Dimana dingin pun tak
surutkan ocehan
  Dan rencana kami di hari depan
Moga AMAL kami tetap bertahan

Di ambil dari cerita sabat n sobit ku

By: Nur’ainun  Siregar

Dia Belum Menikah

May 30th, 2006 by kopin

Dia sudah lama bertanya-tanya….
Namun tak satu pun ahwat yang menempati ruang hatinya
Dalam hati ia terkadang putus asa
Namun tak jarang memilih banyak wanita

Dia semakin tua…
Ayah dan bunda mulai merisaukannya
Namun dia hanya tertawa
Tersisih senyum manis untuk para keluarga

HItam dan putih telah ditanyainya
Yang kaya dan miskin juga telah melamarnya
Namun tak juga rasa sayang menyelimuti pikirannya
Seperti asa yang dia bingkai untuk bidadari itu

Bidadari itu begitu manis…
Dia pernah bertitip salam
Dia pernah menitipkan kata-kata indah
Sebentuk puisi yang diambil dari sang penyairnya

Namun dia belum juga menikah ….
Hari itu dia terkena anemia cinta
Ahwat pujaan telah melepaskan masa lajangnya
Sedang dia yang menyimpan rasa cintanya mulai gelisah
Dimanakan pengganti bidadarinya

By: Nur’ainun Siregar

Masa telah berganti

May 29th, 2006 by kopin

Puisi dan cerita selalu ku tuliskan waktu masa remajaku. Apapun yang terbisik dalam hatiku ku geraskan walaupun tulisanku terkadang tak menyenangkan. Malah pernah diary menjadi teman tidurku. Seperti sahabat dan rasaanya dia langsung bisa menjawab keluhan dan kesedihanku.  Dan terkadang saat bahagiaku dia  seperti tersenyum bahagia membacanya.

Imajinasi ku begitu tinggi saat itu. Namun seiring waktu berlalu aku meninggalkannya bahkan membakarnya karena ingin rahasiaku tetap terkunci dalam ingatanku. Masa itu memang ceria. Remajaku yang indah bersama kedua orang tua dan saudara-saudara kandung yang menyayangiku.

Kini aku bersama suami tercinta. Walau semua berbeda warna. Namun aku tetap ceria.

Wahai para remaja, apakah yang membuat kamu takut jika menikah. Mengapa keseraman dalam rumah tangga kau simpan di benakmu. Namun kebahagian seolah hanya sebentar melaluimu.  Jika kamu menginginkan  pendamping yang baik  akhlaknya, maka perbaikilah dahulu dirimu. Sebab Allah pun menjanjikan seorang yang baik akan mendapat yang baik pula. dan sebaliknya.

Ceriakan dirimu dengan kesabaran. Kuatkan akhlakmu dengan ketaqwaan.

By: Nur’ainun Siregar

Menunggu

May 29th, 2006 by kopin

Ku tunggu dia berjam-jam lamanya. Sudah dari tadi dia pergi mencari nafkah buat kami, namun tak jua pulang. Resah aku menunggu, perasaan cemas mencampuri urusanku di pikiran kecilku. Namun kesabaran pun ku curahkan demi dia yang telah mendampingiku.

Mata ku melirik melintasi jalanan di depan rumah kami. Namun sepeda motor yang ku dengar bukanlah sepeda motor yang dipakai suamiku. Yang melintas itu hanyalah orang yang lewat untuk kepentingannya yang membuat mereka terkadang sibuk dan letih sama sepertiku.

Terkadang hatiku merintih menunggunya, kesedihan yang menggangguku  membuatku terkadang tunduk  berdoa berusaha mendekatkan pd Robb ku yang ingin ku jumpai lagi setelah ashar nanti.

Ku hubungi dia antara takut dan pengen tau. Namun hampir lima belas kali kuhubungi dia Hp nya belum juga diangkat. Iris hatiku yang ingin tau mengikhlaskannya. Hanya doa yang kulantunkan dalam bisikku. Berharap Allah melindunginya.

Aku memakan peyek yang memang sudah makanan kesukaanku selain bakwan atau ote-ote dalam istilah Jawa Timurnya. hmm. Namun badanku rasanya masih lemas setelah aku tidur dan tidur siang yang menakutiku. Sebab biasanya aku lemas setelah aku bangun dari tidur siangku. Walau sekarang aku berharap moga bisa seperti dulu. Tidur lama pun tak pernah mengganggu kesehatanku. Atau rasa sakit itu karena ulahku masa remaja yang suka nya jadi "tuti" tukang tidur (julukan dr temanku sarah)

Tiba-tiba datang kembali niatku hendak menelponnya. sang pangeran dalam rumah tanggaku. Alhamdulillah,, ternyata.. dia bisa mengucapkan salam buatku. yang kuingat yah.. seperti itu.

Akhirnya suamiku pulang dengan senyuman yang selalu ditebarkan buat menyenangkan hatiku. Aku mencium tangannya, dan mengatakan rindu yang dalam. he he he … lucu memang.. baru berapa jam belum bertemu rasanya sudah lama sekali.

Yang ku syukuri adalah rasa cinta dari Allah padaku. subhanallah…. harapku, moga para istri-istri yang lain juga bisa sepertiku.

Dan semoga cinta dan kasih sayang kita buat keluargapun hanya karena Allah yang Maha Esa. yang Maha Mencinta tiada putus cintanya. aamiin

BY: Nur’Ainun Siregar